New Delhi, India – Festival Cahaya Diwali 2026 Diprediksi Menjadi Perayaan Terbesar Sepanjang Sejarah
New Delhi, India – Kementerian Pariwisata India secara resmi mengumumkan bahwa Festival Diwali, yang dikenal secara global sebagai festival cahaya, akan dirayakan pada akhir Oktober 2026. Dalam konferensi pers yang digelar pada 7 Juli 2026, Menteri Pariwisata India, Rajesh Kumar, menyatakan bahwa tahun ini diprediksi akan menjadi perayaan terbesar dengan partisipasi internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pemerintah India telah menyiapkan berbagai atraksi budaya spektakuler, mulai dari pertunjukan tari tradisional, pameran seni kontemporer, hingga pasar malam yang semarak di kota-kota utama seperti Delhi, Mumbai, dan Jaipur. Bagi turis asal Indonesia, acara ini menawarkan kesempatan unik untuk merasakan kekayaan budaya India secara langsung dan mendalam.
“Kami menyambut hangat wisatawan Indonesia untuk ikut merayakan Diwali bersama kami,” ujar Rajesh Kumar dalam pernyataannya. “Kami telah meningkatkan fasilitas dan keamanan di tempat-tempat wisata untuk memastikan kenyamanan pengunjung. Tahun ini, kami ingin menunjukkan bahwa India adalah destinasi yang aman, ramah, dan penuh keajaiban.” Selain itu, maskapai penerbangan dari Indonesia ke India telah menambah jadwal penerbangan langsung selama periode festival, memudahkan akses bagi wisatawan Tanah Air. Diwali tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga memperkuat hubungan budaya yang telah lama terjalin antara India dan Indonesia.
Makna Spiritual dan Sejarah Diwali yang Wajib Diketahui Turis Indonesia
Diwali, atau Deepavali dalam bahasa Sanskerta, secara harfiah berarti “deretan lampu”. Festival ini dirayakan oleh umat Hindu, Sikh, Jain, dan beberapa komunitas Buddha di seluruh dunia. Diwali melambangkan kemenangan cahaya atas kegelapan, kebaikan atas kejahatan, dan pengetahuan atas kebodohan. Secara spiritual, perayaan ini mengajak setiap individu untuk membersihkan jiwa dan menyambut keberkahan dari para dewa.
Bagi turis asal Indonesia yang mayoritas beragama Islam, penting untuk memahami bahwa Diwali bukanlah festival keagamaan yang eksklusif. Di India, Diwali dirayakan sebagai festival nasional yang menyatukan semua lapisan masyarakat. Di berbagai kota, Anda akan melihat orang-orang dari berbagai latar belakang suku, bahasa, dan agama turut serta dalam kemeriahan. Ini adalah momen toleransi dan kebersamaan yang luar biasa.
Secara historis, Diwali memiliki banyak legenda yang melatarinya. Di India Utara, Diwali dikaitkan dengan kepulangan Rama, Sita, dan Lakshmana ke Ayodhya setelah 14 tahun di pengasingan. Warga Ayodhya menyambut mereka dengan menyalakan lampu minyak (diyas) di sepanjang jalan. Di India Selatan, Diwali diperingati sebagai hari kemenangan Krishna atas iblis Narakasura. Sementara itu, bagi komunitas bisnis di India Barat, Diwali menandai awal tahun keuangan baru dan dipuja sebagai hari untuk memohon berkah dari Dewi Lakshmi, dewi kemakmuran.
Destinasi Utama Perayaan Diwali 2026 yang Wajib Dikunjungi
1. Delhi – Pusat Perayaan Nasional dengan Sajian Budaya Megah
Sebagai ibu kota negara, Delhi akan menjadi pusat perayaan Diwali terbesar. Pemerintah setempat telah menyiapkan panggung utama di kawasan Connaught Place dan India Gate. Pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan tari tradisional Kathak, musik klasik Hindustani, hingga pertunjukan cahaya laser yang memukau. Di sini, pasar malam (night bazaar) akan dipenuhi dengan ratusan stan yang menjual lampu minyak, lilin beraroma, pakaian tradisional India, hingga kerajinan tangan khas Rajashtan.
Tips untuk turis Indonesia: Jangan lewatkan untuk mencicipi jajanan khas Diwali seperti gulab jamun (bola susu manis), jalebi (kue tepung goreng bercampur sirup), dan ladoo (kue bola tepung gram). Hindari minum air keran, dan selalu bawa botol air mineral kemasan. Gunakan transportasi umum seperti metro Delhi yang sudah terintegrasi dengan baik.
2. Mumbai – Pusat Hiburan dan Glamor Bollywood
Mumbai, kota impian Bollywood, akan menggelar perayaan Diwali dengan gaya yang lebih glamor. Kawasan Marine Drive dan Bandra akan dihiasi lampu-lampu warna-warni spektakuler. Di sini, Anda bisa menyaksikan pameran seni kontemporer yang menggabungkan elemen tradisional dan modern. Selain itu, banyak hotel bintang lima di Mumbai menawarkan paket spesial Diwali yang mencakup makan malam prasmanan, kelas yoga pagi, dan tur kota dengan pemandu berbahasa Inggris.
Tips untuk turis Indonesia: Jika Anda penggemar film Bollywood, cobalah untuk mengunjungi studio film atau menonton pertunjukan tari di kawasan Juhu. Bawalah pakaian yang nyaman karena cuaca di Mumbai pada akhir Oktober masih cukup lembap dan panas. Jangan lupa untuk mencoba vada pav (roti isi kentang goreng) yang menjadi ikon kuliner jalanan Mumbai.
3. Jaipur – Kota Merah Muda dengan Tradisi Kerajaan yang Kental
Jaipur, ibu kota negara bagian Rajasthan, dikenal sebagai Kota Merah Muda karena warna khas bangunannya. Saat Diwali, seluruh kota akan diterangi oleh ribuan lampu minyak dan lilin. Istana Amber dan Hawa Mahal akan menjadi latar belakang yang sempurna untuk berfoto. Di sini, Anda bisa menyaksikan pertunjukan tari Ghoomar yang elegan serta pameran seni batik khas Rajasthan yang memiliki kemiripan dengan batik Indonesia.
Tips untuk turis Indonesia: Jaipur terkenal dengan pasar tekstil dan perhiasannya. Jika Anda ingin membeli oleh-oleh, kunjungi Johari Bazaar atau Bapu Bazaar. Jangan lupa untuk tawar-menawar harga karena itu sudah menjadi tradisi di pasar tradisional India. Untuk pengalaman yang lebih otentik, cobalah menginap di haveli (rumah tradisional) yang telah diubah menjadi hotel butik.
Persiapan Penting Bagi Turis Indonesia Sebelum Berangkat ke India
Berikut adalah daftar lengkap persiapan yang harus dilakukan oleh wisatawan Indonesia sebelum berangkat ke India untuk merayakan Diwali 2026:
- Dokumen Perjalanan: Pastikan paspor Anda masih berlaku minimal enam bulan sejak tanggal kedatangan di India. Anda perlu mengurus visa turis India secara online melalui portal e-Visa India. Prosesnya relatif cepat, tetapi disarankan untuk mengajukan setidaknya dua minggu sebelum keberangkatan.
- Vaksinasi dan Kesehatan: Meskipun tidak ada vaksinasi wajib, disarankan untuk mendapatkan vaksin Hepatitis A, Tifoid, dan Tetanus. Bawalah obat-obatan pribadi seperti obat diare, antihistamin, dan obat anti-mabuk perjalanan. Jangan lupa membawa obat nyamuk karena di beberapa daerah masih ada risiko demam berdarah.
- Musim dan Pakaian: Akhir Oktober di India merupakan musim gugur yang sejuk. Suhu di Delhi dan Jaipur berkisar antara 15-30 derajat Celcius. Bawalah pakaian katun yang ringan untuk siang hari, serta jaket tipis atau syal untuk malam hari. Hindari pakaian yang terlalu terbuka karena beberapa tempat ibadah memiliki aturan berpakaian yang ketat.
- Mata Uang dan Pembayaran: Mata uang resmi India adalah Rupee India (INR). Meskipun kartu kredit diterima di hotel dan restoran besar, Anda tetap membutuhkan uang tunai untuk membeli di pasar tradisional. Tukarkan uang di money changer resmi atau di bank untuk mendapatkan kurs terbaik.
- Komunikasi: Belilah kartu SIM lokal di bandara setelah tiba di India. Operator seperti Airtel atau Jio menawarkan paket data murah dengan kuota besar. Unduh aplikasi WhatsApp, Google Maps, dan Google Translate untuk memudahkan perjalanan Anda.
- Makanan dan Minuman: Masakan India terkenal kaya akan rempah-rempah. Jika Anda memiliki lambung yang sensitif, mulailah dengan makanan yang tidak terlalu pedas. Hindari jajan sembarangan di pinggir jalan, dan pilihlah restoran yang sudah terverifikasi kebersihannya.
Etika dan Adat Istiadat Selama Perayaan Diwali
Sebagai tamu di negeri orang, penting untuk menghormati adat istiadat setempat. Berikut adalah beberapa etika yang perlu diperhatikan selama merayakan Diwali di India:
- Memberi Salam: Gunakan salam tradisional India “Namaste” dengan kedua telapak tangan dirapatkan di depan dada. Ini adalah bentuk penghormatan yang sopan, terutama saat bertemu dengan orang yang lebih tua.
- Melepas Sepatu: Saat memasuki rumah seseorang, kuil, atau tempat suci, Anda diwajibkan melepas sepatu. Biasakan untuk melihat apakah ada tempat khusus untuk menyimpan sepatu di pintu masuk.
- Menerima Makanan: Jika Anda diundang ke rumah penduduk setempat untuk merayakan Diwali, jangan menolak makanan atau minuman yang ditawarkan. Ini dianggap sebagai bentuk penghormatan. Biasanya tuan rumah akan menyajikan mithai (kue manis) dan teh masala.
- Menyentuh Kepala: Hindari menyentuh kepala seseorang, terutama anak-anak, karena kepala dianggap bagian tubuh yang paling suci dalam budaya India.
- Ucapan Selamat: Ucapkan “Happy Diwali” atau “Shubh Deepavali” saat bertemu dengan penduduk setempat. Ini akan membuat mereka senang dan merasa dihargai.
Rekomendasi Akomodasi dan Transportasi Selama Festival
Hotel dan Penginapan
Karena Diwali adalah musim puncak pariwisata, disarankan untuk memesan hotel setidaknya tiga bulan sebelumnya. Berikut adalah beberapa rekomendasi hotel di masing-masing kota:
- Delhi: The Imperial New Delhi (mewah), Haveli Dharampura (butik tradisional), atau Zostel Delhi (hostel ekonomis untuk backpacker).
- Mumbai: Taj Mahal Palace (mewah bersejarah), The St. Regis Mumbai (modern), atau Backpacker Panda Mumbai (ekonomis).
- Jaipur: Rambagh Palace (mewah kerajaan), Alsisar Haveli (tradisional), atau Moustache Jaipur (hostel populer).
Transportasi Lokal
Untuk berpindah antarkota, kereta api adalah pilihan yang nyaman dan murah. Anda bisa memesan tiket melalui situs IRCTC. Penerbangan domestik juga tersedia dengan harga terjangkau, terutama jika Anda memesan lebih awal. Di dalam kota, gunakan aplikasi ojek online seperti Ola atau Uber yang sudah beroperasi di seluruh India. Hindari naik taksi tanpa argometer karena harganya bisa mahal.
Dampak Diwali Terhadap Hubungan Budaya India-Indonesia
Diwali tahun ini diharapkan dapat memperkuat hubungan budaya antara India dan Indonesia. Kedua negara memiliki akar sejarah yang kuat, terutama melalui pengaruh Hindu-Buddha yang tersebar di Nusantara sejak abad ke-4 Masehi. Candi Borobudur dan Prambanan di Indonesia, serta tradisi wayang kulit dan tari Ramayana, adalah bukti nyata dari pertukaran budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Selain itu, komunitas diaspora India di Indonesia, yang sebagian besar tinggal di Jakarta, Medan, dan Surabaya, juga turut merayakan Diwali setiap tahun. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan Indonesia ke India, Kementerian Pariwisata India berharap akan terjadi pertukaran budaya yang lebih intensif, termasuk dalam bidang kuliner, musik, tari, dan film. “Kami melihat Indonesia sebagai mitra strategis dalam promosi pariwisata budaya,” tambah Rajesh Kumar. “Kami berharap melalui Diwali, masyarakat Indonesia dapat lebih memahami dan mencintai India.”
Kesimpulan Akhir
Festival Diwali 2026 di India bukan sekadar perayaan cahaya, melainkan sebuah pengalaman spiritual, budaya, dan sosial yang akan membekas di hati setiap pengunjung. Bagi turis asal Indonesia, ini adalah kesempatan emas untuk melihat langsung kekayaan tradisi India, mulai dari arsitektur megah, kuliner yang memanjakan lidah, hingga keramahan penduduk setempat. Dengan persiapan yang matang dan pemahaman akan adat istiadat setempat, perjalanan Anda ke India saat Diwali pasti akan menjadi kenangan yang tak terlupakan. Jadi, jangan ragu untuk merencanakan liburan Anda ke India pada akhir Oktober 2026 dan jadilah bagian dari perayaan terbesar sepanjang sejarah.