Pemerintah Malaysia, melalui Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya bersama Tourism Malaysia, baru-baru ini memperkuat strategi diversifikasi destinasi dan pengalaman wisata, terutama menjelang kampanye besar "Visit Malaysia Year 2026" (VMY2026). Langkah ini bertujuan untuk menyajikan narasi perjalanan yang lebih kaya dan otentik, melampaui daya tarik metropolitan Kuala Lumpur dan pesona kuliner Penang yang sudah dikenal luas. Upaya terbaru ini diharapkan dapat memikat lebih banyak wisatawan, termasuk dari Indonesia, yang mencari petualangan dan penemuan budaya yang unik.
Tren pariwisata global menunjukkan peningkatan minat terhadap destinasi yang menawarkan pengalaman mendalam dan berkelanjutan. Menanggapi hal ini, Malaysia kini menyoroti permata tersembunyi di berbagai negara bagiannya. Beberapa fokus utama meliputi ekowisata di hutan hujan purba Borneo, tepatnya di Sabah dan Sarawak, yang kaya akan keanekaragaman hayati dan budaya suku asli. Di sini, turis dapat menikmati jungle trekking, pengamatan satwa liar langka seperti orangutan, hingga menyelam di perairan jernih yang penuh kehidupan laut.
Selain itu, promosi juga diarahkan pada warisan budaya yang kaya di negara-negara bagian seperti Kelantan dan Terengganu di Semenanjung Malaysia bagian timur. Wilayah ini menawarkan pengalaman otentik melalui seni tradisional, kerajinan tangan lokal, dan festival budaya yang semarak. Wisatawan dapat menjelajahi desa-desa nelayan, belajar membatik, atau menyaksikan pertunjukan wayang kulit yang telah diwariskan turun-temurun. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendistribusikan manfaat pariwisata secara lebih merata ke seluruh negeri, serta telah melihat adanya program budaya seperti "Citra Malaysia" yang menampilkan keberagaman seni pertunjukan.
Mohd Amirul Rizal Abdul Rahim, Direktur Jenderal Tourism Malaysia, menyatakan bahwa strategi pemasaran telah digeser untuk fokus pada pasar regional dan pasar sumber berpotensi tinggi seperti China, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, dan tentu saja Indonesia, sambil terus berupaya membuka rute-rute baru penerbangan ke Malaysia. Kolaborasi dengan platform perjalanan global seperti Tripadvisor juga diperkuat untuk meningkatkan visibilitas destinasi dan produk wisata lokal. Bagi turis Indonesia, kedekatan geografis dan kesamaan budaya menjadikan Malaysia tujuan yang menarik untuk eksplorasi lebih lanjut. Dengan adanya fokus baru pada diversifikasi ini, diharapkan wisatawan Indonesia akan menemukan alasan baru untuk kembali dan menjelajahi sisi lain Malaysia yang mungkin belum pernah mereka kunjungi sebelumnya.
Photo by Ritupon Baishya on Unsplash